Mlaku-Mlaku Nang Jogja

“Mlaku – Mlaku” bahasa jawa yang artinya “Jalan – Jalan”.

Yogyakarta selalu punya daya tarik yang berbeda dari kota – kota lainnya, budaya dan kesederhanaan dari kota ini selalu bikin gue gak bosen untuk ngunjungi Yogyakarta, di tambah dengan gue suka banget sama “Nasi Gudeg” yang merupakan makanan khas Yogyakarta.

Di post kali ini, gue akan ngebahas beberapa spot wisata yang bisa kalian kunjungi dalam waktu 1 hari di Yogyakarta.

Berawal dengan keberangkatan jam 5 pagi dari Jakarta dan tiba di Jogja sekitar jam 6.40 pagi. Sesampainya di Adisucipto International Airport gue langsung bergegas ke destinasi pertama :

 

Pinus Pengger

Memakan waktu sekitar 40 menit dari airport menuju Pinus Pengger, gue tiba disana sekitar jam 8an. Udara masih sejuk dan gak tralu panas terik.

IMG_2769IMG_2819IMG_2817

Untuk masuk ke lokasi ini cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000,-

IMG_2770

Di sekitar hutan pinus ini banyak di sediakan spot – spot foto menghadap langsung ke kota Yogyakarta. Menurut staff disini kebanyakan pengunjung datang di subuh untuk mengejar background sunrise ataupun saat sunset.

IMG_2773IMG_2812IMG_2775IMG_2779IMG_2811IMG_2793IMG_2820IMG_2946 2

 

Puncak Becici

Lanjut ke lokasi kedua yang jaraknya sekitar 4 km dari Pinus Pengger, gue sampai di Puncak Becici.

IMG_2832IMG_2838IMG_2833IMG_2840IMG_2841

Tempat ini menjadi terkenal karena kunjungan Obama ke lokasi ini tahun 2017 yang lalu, bahkan ada nama Jl. Obama disini.

IMG_2835

Hampir sama dengan Pinus Pengger, lokasi ini juga menyajikan pemandangan kota Yogyakarta secara menyeluruh dari puncak. (Tiket Masuk : Rp 3.000,-)

IMG_2844

 

Pintoe Langit Dahromo

Berjarak sekitar 5 menit atau 2 km dari Puncak Becici adalagi 1 spot foto terkenal di Yogyakarta.

IMG_2850

IMG_2852

Pintoe Langit Dahromo ini terkenal dengan lokasi pintu dengan tangga tinggi yang membuat seolah – olah kita sejajar dengan awan yang menjadi latar foto nya.

IMG_2855IMG_2947

Berbeda dengan 2 lokasi yang gue kunjungi sebelumnya, tempat ini terkesan kurang terawat. Jalanannya masih bertanah dan berbatu, ditambah dengan konstruksi tangga dan spot foto yang terkesan tidak terawat. (Tiket Masuk : Rp 3.000,-)

 

Jurang Tembelan Kanigoro

4 km dari Pintoe Langit ada Jurang Tembelan Kanigoro yang menawarkan pemandangan kearah sisi barat Yogyakarta dengan latar Sungai Oyo.

IMG_2881IMG_2884

Ada banyak spot foto disini, tapi 1 yang paling terkenal adalah spot berbentuk kapal di tepi jurang. (Tiket Masuk : Rp 3.000,-)

IMG_2883IMG_2905IMG_2948

Bukit Panguk Kediwung

Dan Bukit Panguk Kediwung jadi lokasi terakhir gue berkeliling hunting foto instagramable. Jaraknya hanya 3 km dari Jurang Tembelan Kanigoro.

IMG_2937IMG_2935

Lokasi ini sama menawarkan pembandangan sungai oyo, namun lokasinya lebih ketengah, jadi kita bisa melihat keseluruhan sungai oyo dari kanan ke kiri. (Tiket Masuk : Rp 3.000,-)

IMG_2941IMG_2906IMG_2936IMG_2908IMG_29144

5 lokasi diatas ini cocok banget buat kalian yang mau hunting foto instagramable dengan pemandangan kota Yogyakarta dari atas. Pinus Pengger hingga Bukit Panguk Kediwung itu satu jalan, jadinya gak perlu memakan waktu banyak untuk mampir di semua lokasi ini.

 

Warung Kopi Klotok

Lokasi ini jadi tempat gue menikmati makan siang. Selain Kopi Klotok, tempat ini juga terkenal dengan sayur lodeh rumahan yang menjadi santapan khas disini.

IMG_2961IMG_2960

Terbukti dari antriannya yang sangat panjang saat kita ingin mengambil makan siang.

IMG_2966IMG_2976IMG_2978IMG_2975IMG_2969

Jadi disini kalian mengambil nasi dan lauknya sendiri, bahkan minumnya juga ada tempat nya sendiri untuk mengambil.

IMG_2990IMG_2980

Untuk tempat duduknya sendiri disediakan dua tipe, ada yang duduk di dalam restaurant nya atau lesehan di luar.

IMG_2963IMG_2993IMG_2991IMG_2992

Kopi Klotok yang menjadi kopi paling terkenal disini hanya disajikan dengan panas, tidak ada yang dingin. Sebenarnya lebih cocok kalau kesini untuk sarapan atau ngopi pagi. Kopinya enak, cukup strong dan tidak kemanisan.

IMG_2983

Nah, setelah makan jangan lupa untuk bayar langsung di kasir. Mereka gak akan nyatet apa yang kita makan di awal, jadi kalian nyebutin sendiri apa aja yang kalian makan di depan kasir. Harus jujur ya!

IMG_2985IMG_2987IMG_2988

 

Jalan Malioboro

Belum lengkap ke Jogja kalau gak mampir ke Jalan Malioboro. Sebuah lokasi pusat belanja, jajanan, dan kuliner malam.

IMG_3014IMG_3008IMG_3019IMG_3021IMG_3024

Entah kenapa gue selalu suka sama vibes nya Malioboro. Enak banget buat jalan – jalan dari sore sampai malam.

IMG_3055IMG_3059IMG_3064IMG_3063IMG_3065

Bahkan waktu malam hari mendadak hujan cukup deras, tapi Malioboro tetap ramai dengan pengunjung yang belanja ataupun makan.

 

Angkringan Kopi Joss Lik Man

Gak jauh dari Malioboro ada salah satu angkringan terkenal di Yogyakarta. Angkringan ini katanya sudah di teruskan sama generasi ketiga nya dan merupakan salah satu pioner angkringan di Jogja.

IMG_3033IMG_3050IMG_3039

Selain menyediakan makanan khas angkringan (sate – satean dan gorengan). Kalau kalian kesini, wajib nyobain Kopi Joss!

Kopi Joss disajikan secara berbeda, karena dari jenis kopinya saja merupakan biji kopi tradisional yang didatangkan dari daerah Klaten.

IMG_3040

Selain dari biji kopinya, proses mempersiapkan biji kopinya pun disangrai dan ditumbuk secara halus, lalu di tuang dengan air panas hasil pemanasan air di ketel (semacam teko besar) dengan arang di tungku.

IMG_3048

Lalu di celupkan dengan arang kedalam gelas kopi yang akan kita minum. Arang nya ini berasal dari tungku api hasil pemanasan tadi yang diambil dan diketuk-ketuk untuk memastikan debu-debu tersingkir dan aman untuk dicelupkan pada kopi.

Ada sensasi sendiri sih nyobain Kopi Joss ini, kalian harus coba kalau berkunjung ke Yogyakarta!

 

Gudeg Yu Djum

Last but not least, ritual tiap kali gue berkunjung ke Yogyakarta adalah makan Nasi Gudeg Yu Djum. Kayaknya gue gak perlu cerita banyak tentang gudeg ini. Karena makanan ini sudah terlalu terkenal dan gak di pungkiri lagi enaknya.

IMG_3085 2IMG_3083 2IMG_3084 2IMG_3077 2

Ngomongin Yogyakarta, bisa jadi ini adalah destinasi perjalanan terakhir gue di tahun 2019. Jujur gue bersyukur banget sepanjang tahun ini bisa dapet kesempatan untuk traveling dari dalam sampai luar negeri, bahkan punya kesempatan untuk experience dan mengunjungi tempat – tempat yang gak pernah kepikiran sebelumnya.

I’m looking forward to what 2020 has in store for me! Cheers to another adventure!

Selamat Berpetualang! Cheers!

(6-7/12/19)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s