22 Jam di Aceh

Berkesempatan untuk menginjakan kaki kurang dari 24 jam di Banda Aceh gak pernah gue bayangkan sebelumya, karena mungkin Aceh memang bukan salah satu destinasi wisata yang se terkenal Bali maupun daerah lain di Indonesia.

Ada apa aja di Aceh?

Berawal dari pesawat delay 2 jam yang membuat gue berangkat dari Jakarta jam 2 siang dan tiba di Aceh jam 5 sore. Perjalanan ke Aceh dari Jakarta di tempuh sekitar 2 jam 50 menit.

IMG_9691IMG_9692

“Rame Banget”, itu kesan pertama seketika gue menginjakan kaki di bandara Sultan Iskandar Muda. Bandara nya tidak terlalu besar, mungkin hampir sama dengan bandara di Yogyakarta, jadi terdapat banyak penumpukan penumpang ditambah dengan conveyor belt di bandara ternyata lagi rusak hari itu, jadinya koper di anter manual sama petugas bandara yang  membuat makin rame orang – orang mencari dan rebutan ngambil koper.

Dari airport gue langsung menuju ke hotel untuk check in di Hotel Kyriad Muraya yang surprisingly cukup modern dan bagus menurut gue. Gak lama setelah check in sekitar jam setengah 8 malam gue menuju salah satu ikon kota Aceh yaitu Masjid Raya Baiturrahman.

IMG_9717

Masjid ini menjadi terkenal gak hanya karena bangunan nya yang megah, tapi bangunan ini adalah salah satu bangunan yang berhasil selamat dari terjangan tsunami tahun 2004 lalu.

IMG_0062

Lanjut ke destinasi berikutnya, gak lengkap kalau ke Aceh tapi gak nyobain makanan khas disini yaitu Mie Aceh.

Salah satu tempat yang terkenal adalah Mie Razali, terbukti dengan rame nya tempat ini padahal sudah malam. Gue harus nunggu sekitar 30 menit sebelum dapat tempat duduk.

IMG_9724IMG_9730IMG_9731IMG_9725

 Selain Mie Aceh ada juga tempat ngopi yang terkenal disini yaitu “Kupi Khop”

Tempat ini terkenal karena penyajian kopi terbaliknya yang unik.

IMG_9751IMG_9758IMG_9755IMG_9762IMG_9765

Tujuan kenapa kopi nya di balik konon katanya agar kopinya tetap bisa panas walaupun tidak langsung di minum, dan ampas kopinya tidak tercampur dan terminum sama kita.

Cara minumnya juga unik, jadi kita harus meniup melalui sedotannya dulu agar kopinya keluar ke piring di sekitarnya, lalu dengan sedotan yang sama baru kita minum kopi yang sudah keluar di piringnya.

IMG_9767

Jujur kopinya beneran enak, ini jadi salah satu kopi favorit di list kopi daerah gue.

img_9773.jpg

Dikarenakan waktu yang sudah malam, gue gak bisa berkeliling ke banyak destinasi di hari pertama.

Lanjut keesokan harinya gue memulai perjalanan dengan mengunjungi Museum Tsunami Aceh.

IMG_9889IMG_9875IMG_9800

Perlu di ingat kalau museum ini tutup setiap jam 12 – 2 siang untuk istirahat makan siang dan juga tutup di hari Senin, jadinya make sure dulu jangan kesini di waktu – waktu itu ya.

IMG_9888

Bangunan museum ini cukup megah dengan arsitektur modern, kalian hanya perlu merogoh kocek sebesar 3.000 rupiah untuk tiket masuknya. Ok, kita bahas apa aja yang ada di museum ini.

IMG_9799

Disini terdapat 4 bagian utama yang bisa kalian kunjungi.

1. Lorong Tsunami

Setelah membayar tiket masuk, kalian dapat masuk ke museum ini dengan ngelewatin sebuah lorong gelap dengan air mengalir di kanan kiri lorong dengan background suara doa dan musik yang cukup mencekam. Jadi nya lorong pertama ini untuk menggambarkan suasana saat terjadi nya bencana tsunami di tahun 2004 lalu.

IMG_9805

Jujur lorong ini beneran serem, bahkan di depan lorong ini diberi peringatan buat pengunjung yang memiliki penyakit asma atau jantung untuk berhati – hati. Kalian akan bener – bener bisa ngerasain suasana seram nya dan di tambah akan ada percikan dan tetesan air dari atas lorong yang akan jatuh ke kalian selama melewati lorong ini.

2. Ruang Sumur Doa

Setelah melewati lorong Tsunami, kita akan di suguhkan dengan goa sedalam 32 meter dengan tulisan 4.000 nama korban tsunami di sepanjang tembok dengan suara doa menggema di sekeliling goa on repeat.

img_9816.jpgIMG_9814IMG_9826IMG_9818

3. Ruang Pamer Temporer

Bagian ini menunjukan karya – karya modern tentang kejadian tsunami.

IMG_9844IMG_9847IMG_9890IMG_9848

Setelah itu kita akan melewati lorong dengan berbagai bukti peninggalan barang – barang yang hancur atau rusak akibat tsunami.

IMG_9854IMG_9843

4. Ruang Geologi dan Ruang Pendidikan

Ruangan ini menunjukan replika tenda – tenda pengungsi saat kejadian tsunami juga dengan berbagai tokoh – tokoh bangsa yang berjasa membantu pemulihan di Aceh.

IMG_9855IMG_9860IMG_9861IMG_9863IMG_9893IMG_9864

Berjalan ke ruang berikutnya, kita di suguhkan dengan berbagai informasi tentang tsunami, bagaimana bisa terjadi, bagaimana cara menganggulangi nya dan masih banyak lagi.

IMG_9865IMG_9866

Secara keseluruhan bangunan museum ini besar dan informatif banget, cuma sayang ada beberapa bagian yang terkesan sudah tidak terawat, banyak yang karatan dan berdebu. Semoga kedepannya museum ini bisa tetep di jaga ya.

IMG_9838IMG_9835IMG_9891IMG_9871IMG_9870IMG_9869IMG_9828

Setelah dari Museum Tsunami Aceh, tidak jauh dari sana terdapat “Situs Tsunami PLTD Apung”. Dahulu PLTD ini menjadi salah satu pembangkit tenaga listrik yang cukup terkenal, namun sekarang sudah beralih fungsi menjadi objek wisata.

IMG_9880IMG_9884

Sayangnya saat gue sampe, bertepatan dengan jam makan siang, jadinya gue gak bisa melihat kedalam lokasi ini. Maka dari itu gue langsung menuju lokasi berikutnya “Kapal Lampulo/Kapal di Atas Rumah”

Kapal ini menjadi terkenal karena saat kejadian tsunami Kapal Lampulo ini terhempas dan berlabuh di salah satu atap rumah warga dan berhasil menyelamatkan 59 jiwa saat musibah ini terjadi.

Tidak ada tiket masuk untuk lokasi ini, namun jangan kaget karena lokasinya memang berada di tengah – tengah komplek warga dengan gang yang cukup kecil.

IMG_9924IMG_9899IMG_9914IMG_9913IMG_9919IMG_9916

Dan perjalanan di Aceh pun ditutup dengan mencicipi “Ayam Tangkap” yang menjadi salah satu kuliner khas di Aceh yang terkenal.

IMG_9929IMG_9931

Ini adalah olahan ayam kampung yang digoreng dengan daun – daun dan bawang.

IMG_9935

Menghabiskan waktu hanya 22 jam di Aceh cukup menyenangkan, ada budaya dan tradisi unik yang mungkin gak bisa kita rasain di kota lain di Indonesia. Semoga bisa punya kesempatan lagi buat mengunjungi Aceh dengan waktu yang lebih lama sehingga bisa menjelajah ke destinasi – destinasi wisata lain yang ada disini terutama Sabang!

Selamat Berpetualang! Cheers!

(23/10/19 – 24/10/19)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s